Yohanes: Puasa Adalah Puncak Integritas
|
RUTENG – Bawaslu Kabupaten Manggarai resmi menutup rangkaian kegiatan Ngabuburit Pengawasan selama bulan suci Ramadan 1447H pada Kamis (12/3/2026). Pada edisi ke tiga atau terakhir ini, Bawaslu Manggarai mengangkat tema 'Spiritualitas Puasa Dalam Memperkuat Integritas Pengawas Pemilu'.
Anggota Bawaslu Manggarai, Yohanes Manasye, menegaskan bahwa nilai-nilai puasa sangat relevan dengan penguatan integritas pengawas Pemilu. Menurutnya, puasa merupakan ibadah yang paling rahasia karena hanya individu dan Tuhan yang mengetahui kebenarannya.
"Seseorang bisa saja minum di tempat tersembunyi tanpa ada yang tahu, namun ia memilih tidak melakukannya karena merasa diawasi oleh Tuhan. Inilah puncak integritas," ujar Yohanes.
Ia menambahkan bahwa jika dalam kesendirian saja seseorang mampu bersikap jujur, maka kejujuran dalam menjaga suara rakyat seharusnya sudah menjadi insting yang melekat, bukan lagi sebuah beban.
“Jika dalam kesendirian saja kita bisa jujur, apalagi dalam mengawasi suara rakyat,” katanya.
Lebih lanjut, Yohanes menjelaskan bahwa spiritualitas Ramadhan melatih pengawas untuk menahan diri dari berbagai godaan nyata di lapangan, seperti gratifikasi, keberpihakan, hingga tekanan kepentingan. Dengan semangat ini, pengawas diharapkan berani menolak segala hal yang dapat mencederai keadilan Pemilu.
Kegiatan yang berlangsung di Kantor Bawaslu Manggarai ini menghadirkan narasumber yang menyampaikan tausiyah, Asrullah. Ia merupakan mantan pengawas adhoc pada Pemilu dan Pilkada 2024 lalu. Adapun peserta terdiri dari jajaran internal Bawaslu, perwakilan Gerakan Pemuda Ansor, dan Pemuda Muhammadiyah Kabupaten Manggarai. Selain itu, kader pengawas partisipatif dan Sahabat Bawaslu turut mengikuti jalannya acara secara daring.
Penulis: Gaudensius Tarung
Foto: Humas BKM