Bawaslu Manggarai Ajak Peserta P2P Berpartisipasi Aktif dalam Mengawasi Pemilu
|
Ruteng-Badan Pengawas Pemilihan Umum Kabupaten Manggarai menggelar kegiatan Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) tingkat Kabupaten Manggarai tahun 2026 pada Selasa (7/7/2026).
Dalam kegiatan tersebut, Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai, Fortunatus Hamsah Manah, bertindak sebagai pemateri dengan membawakan materi "Teknis Pencegahan Pelanggaran dan Sengketa Proses Pemilu".
Di hadapan para peserta, Fortunatus membedah secara rinci titik-titik rawan pada setiap tahapan pemilu serta strategi mitigasi yang disiapkan oleh Bawaslu.
Fortunatus memulai dengan pemaparan materi terkaitPemutakhiran Data Pemilih. Dimana tahapan ini berfokus pada antisipasi adanya data ganda atau pemilih yang tidak memenuhi syarat melalui pengawasan coklit, uji petik, dan koordinasi intensif bersama Disdukcapil.
Selanjutnya dalam
Tahapan Pencalonan, kegiatan pengawasan melekat dan verifikasi faktual yang ketat dilakukan demi mencegah pemalsuan dokumen syarat pendaftaran.
Lalu pada masa kampanye hingga masa tenang, baik pengawas maupun masyarakat umum diarahkan pada pengawasan politik uang (money politics), kampanye luar jadwal, hoaks, ujaran kebencian, serta netralitas ASN/TNI/Polri melalui patroli rutin dan posko aduan 24 jam.
Pada tahapan akhir yaitu Pungut Hitung dan Rekapitulasi Suara, proses pengawasan ketat diterapkan guna menghindari kesalahan prosedur, manipulasi hasil, ataupun salah input data dengan memanfaatkan teknologi informasi seperti Sirekap.
Pada kesempatan yang sama, Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai yang juga menjabat sebagai Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Parmas, dan Humas, Yohanes Manasye, memaparkan materi krusial mengenai "Teknis Pengembangan Gerakan Pengawasan Partisipatif".
Di hadapan para peserta, Yohanes Manasye menekankan bahwa pengawasan partisipatif yang efektif harus berbasis masyarakat, berkelanjutan melalui edukasi dan kaderisasi, serta bersifat kolaboratif.
Yohanes menambahkan Bawaslu berkomitmen menggeser paradigma pengawasan dari yang semula sekadar proyek percontohan (pilot project) menjadi rujukan program (role model) yang menyentuh hingga masyarakat akar rumput demi mewujudkan transisi dari demokrasi prosedural menuju demokrasi substansial.
"Pemilu yang demokratis tidak hanya bergantung pada integritas penyelenggara tetapi juga pada tingginya partisipasi pemilih. Partisipasi tersebut bukan hanya tentang datang ke TPS untuk memberikan suara melainkan juga terlibat ikut mengawasi seluruh tahapan pemilu hingga mengawal kebijakan pemerintah pasca pemilu," tegasnya.
Pemateri terakhir, Marselina Lorensia memberikan materi tentang "Teknis Pelaporan Dugaan Pelanggaran Pemilu".
Dalam pemaparannya, Marselina menekankan pentingnya peran aktif masyarakat dalam mengawal setiap tahapan pemilihan. Ia menyatakan bahwa pengawasan partisipatif merupakan pilar penting dalam menjaga integritas dan transparansi demokrasi, khususnya di wilayah Kabupaten Manggarai.
"Masyarakat bukan sekedar penonton, melainkan mitra strategis Bawaslu dalam mencegah dan meminimalisir potensi pelanggaran di lapangan," ujarnya.
Marselina berharap melalui pendidikan ini, para peserta dapat menjadi agen perubahan yang mampu mengedukasi publik serta berani melaporkan segala bentuk dugaan pelanggaran pemilu demi terciptanya pesta demokrasi yang jujur dan adil.
Kegiatan P2P tingkat Kabupaten Manggarai diakhiri dengan penyusunan rencana tindak lanjut bersama peserta.
Penulis : Yohanes P. M. Mami
Foto : Humas BKM