Perkuat Literasi Politik Pemilih Pemula, Bawaslu Manggarai dan SMKS Informatika St. Petrus Ruteng Teken MoU
|
Ruteng — Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) Kabupaten Manggarai memperkuat komitmennya dalam mengawal demokrasi di tingkat pemilih pemula. Komitmen ini dituangkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) dengan SMKS Informatika St. Petrus Ruteng yang berlangsung di Ruteng, Selasa (21/04/2026).
Acara tersebut dihadiri langsung oleh Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai beserta jajaran sekretariat, Kepala Sekolah SMKS Informatika St. Petrus Ruteng, serta para guru. Kerja sama ini menjadi langkah strategis untuk meningkatkan literasi kepemiluan dan pengawasan partisipatif di lingkungan pendidikan.
Ketua Bawaslu Manggarai, Fortunatus Hamsah Manah, dalam sambutannya menegaskan bahwa sinergi antarlembaga sangat penting untuk membangun kesadaran politik sejak dini. Ia berharap MoU ini mampu mendorong keterlibatan aktif siswa dalam mengawasi proses pemilihan umum.
"Bawaslu Manggarai terus berupaya melaksanakan pendidikan demokrasi dan literasi kepemiluan. Hal ini dilakukan melalui sosialisasi pengawasan partisipatif dan pelaksanaan praktik kerja lapangan (PKL) bagi peserta didik," ungkap Fortunatus.
Ia menambahkan bahwa tujuan utama dari kolaborasi ini adalah memastikan pemilih pemula di Kabupaten Manggarai tidak hanya menggunakan hak pilihnya, tetapi juga ikut menjaga integritas proses demokrasi itu sendiri.
Kepala Sekolah SMKS Informatika St. Petrus Ruteng, Kristoforus Hanto, menyambut baik pembaruan kerja sama ini. Ia mengungkapkan bahwa hubungan antara sekolahnya dengan Bawaslu Manggarai sebenarnya telah terjalin lama, salah satunya melalui program pengiriman siswa untuk PKL di kantor Bawaslu.
"Bawaslu selalu mendukung kegiatan kami. Atas nama sekolah, kami ucapkan terima kasih. Dengan kerja sama ini, kami yakin Bawaslu Manggarai akan terus mendukung pendidikan di sekolah kami," ujar Kristoforus usai prosesi penandatanganan.
MoU tersebut mengatur tanggung jawab kedua belah pihak. Bawaslu Manggarai memberikan pendidikan demokrasi dan literasi kepemiluan melalui sosialisasi pengawasan partisipatif, serta membimbing siswa yang menjalani praktik kerja lapangan.
Sementara SMKS Informatika St. Petrus menyiapkan peserta didik untuk aktif dalam kegiatan yang dijalankan Bawaslu, mendorong keterlibatan siswa dalam pengawasan partisipatif, serta mengirimkan siswa untuk menjalankan program PKL.
Penulis: Gaudensius Tarung
Foto: Louis A. Carli