Bawaslu Manggarai Ajak Pemilih Pemula Jadi Mata Rakyat Awasi Pemilu
|
Ruteng — Badan Pengawas Pemilu Kabupaten Manggarai berkesempatan menjadi guru tamu di SMKS Informatika St. Petrus untuk sosialisasi pengawasan partisipatif pada Selasa (21/04/2026).
Pelaksanaan kegiatan ini merupakan langkah konkret untuk menindaklanjuti Nota Kesepahaman antara Bawaslu Manggarai dan SMKS Informatika St. Petrus.
Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai sekaligus Koordinator Divisi Hukum, Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat (HP2H), Yohanes Manasye, menekankan pentingnya peran pelajar dalam menjaga kualitas pemilu.
Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai, Yohanes Manasye saat menyampaikan materi sosialisasi pengawasan partisipatif kepada pemilih pemula.
Menurutnya, pelajar sudah terbiasa dengan praktik demokrasi di sekolah seperti memilih ketua kelas atau ketua OSIS, yang nantinya akan dipraktikkan dalam kehidupan bernegara.
"Pelajar adalah calon pemilih pemula yang hak pilihnya harus dijaga. Tingkat partisipasi kalian semua menentukan arah masa depan bangsa dan kualitas pemimpin yang akan datang," ujar Yohanes di hadapan para siswa.
Yohanes juga menjelaskan bahwa Bawaslu merupakan lembaga independen yang bertugas memastikan seluruh tahapan Pemilu berjalan sesuai aturan. Ia mengajak siswa untuk terlibat dalam pengawasan partisipatif, mengingat keterbatasan jangkauan pengawas pemilu di lapangan.
"Kecurangan kerap terjadi di ruang-ruang gelap yang tidak terjangkau pengawas. Di sinilah mata warga, termasuk adik-adik siswa, sangat dibutuhkan untuk mencegah pelanggaran," tambahnya.
Sementara itu, dalam perspektif penegakan hukum, Koordinator Divisi Penanganan Pelanggaran dan Penyelesaian Sengketa, Marselina Lorensia, menekankan pentingnya keberanian masyarakat dalam melaporkan dugaan pelanggaran. Ia menjelaskan bahwa pengawasan bukan hanya soal pencegahan, tetapi juga mekanisme penindakan terhadap segala upaya yang mencederai keadilan pemilu.
Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai, Marselina Lorensia saat menyampaikan materi sosialisasi pengawasan partisipatif kepada pemilih pemula.
Siswa diingatkan untuk mewaspadai berbagai bentuk pelanggaran seperti hoaks, konflik, hingga politik uang. Marselina mendorong siswa/siswi untuk memastikan diri terdaftar sebagai pemilih melalui KTP-el atau biodata penduduk, mengawasi lingkungan sekitar dari praktik kecurangan, berani melaporkan dugaan pelanggaran kepada pengawas terdekat.
Penulis: Yohanes P Mami
Foto: Yustinus H Madi