P2P 2026, Bawaslu Manggarai Gandeng Pemilih Muda Desa Mata Wae
|
RUTENG — Bawaslu kembali menggelar Pendidikan Pengawas Partisipatif (P2P) Tahun 2026. Di tingkat Kabupaten Manggarai, Bawaslu membidik 20 pemilih muda di Desa Mata Wae, Kecamatan Satarmese Utara sebagai peserta.
Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai, Yohanes Manasye mengatakan P2P merupakan salah satu program strategis Bawaslu untuk meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengawasan Pemilu. Melalui kegiatan ini, masyarakat diharapkan terlibat aktif dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu demi terwujudnya proses demokrasi yang jujur, adil, dan berintegritas.
“Harapannya, setelah mengikuti P2P nanti, masyarakat lebih berpartisipasi dalam Pemilu. Partisipasi tidak sebatas datang ke TPS untuk memberikan suara, tetapi terlibat dalam seluruh tahapannya. Ikut serta mengawasi seluruh tahapan Pemilu,” ujar Yohanes saat melakukan koordinasi dengan Pemerintah Desa Mata Wae, Selasa (12/05/2026).
Yohanes mengatakan pengawasan Pemilu bukan hanya kerja pengawas yang terlembaga tetapi kerja kolektif yang melibatkan semua pihak, terutama pemilih.
“Sebab jumlah pengawas Pemilu mulai dari Bawaslu sampai Pengawas TPS itu terbatas, daya jangkaunya pun terbatas. Karena itu pengawasan Pemilu butuh partisipasi semua pihak, terutama pemilih,” ujarnya.
Kepala Desa Mata Wae, Martinus Don menyambut baik kegiatan tersebut. Pihaknya siap mendukung pelaksanaan P2P di desanya. Ia berharap hal itu akan berdampak positif bagi warga desanya.
"Ini merupakan langkah awal bagi kita untuk menjalin kerja sama yang baik dengan Bawaslu Manggarai. Kami siap mendukung,” tegas Martinus.
Dia berharap kepada kaum muda di Desa Mata Wae yang menjadi peserta P2P agar terlibat aktif dalam kegiatan tersebut sehingga berdampak pada peningkatan partisipasi pemilih dalam Pemilu 2029 dan seterusnya.
Pertemuan tersebut mendiskusikan berbagai hal teknis mulai dari kesiapan peserta, waktu dan tempat kegiatan, hingga sinergi antar pihak dalam menyukseskan kegiatan.
Penulis: Gaudensius Tarung
Foto: Humas BKM