Lompat ke isi utama

Berita

Ketua Bawaslu NTT Apresiasi Diskusi Tematik "Tos Barista”

tos

Ruteng — Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur menggelar diskusi tematik bertajuk "Tos Barista" atau “Temu Obrol Santai Barisan Penyelesaian Sengketa”. Diskusi daring yang digagas Divisi Hukum dan Penyelesaian Sengketa (HPS) ini bertujuan untuk memperkuat demokrasi dan pemahaman terkait hukum serta penyelesaian sengketa proses Pemilu dan Pilkada.

Diskusi daring Tos Barista dimulai pada Senin (30/03/2026) dan diikuti seluruh Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT.

Ketua Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Nonato da Purificacao Sarmento mengapresiasi kegiatan ini. Ia mengatakan keterbatasan finansial bukan penghalang untuk terus melakukan kegiatan-kegiatan yang menyatukan pemahaman, pertukaran ilmu, dan berdiskusi dengan santai.

"Apresiasi setinggi-tingginya karena sudah menggagas kegiatan-kegiatan seperti ini. Kegiatan Tos Barista dapat mengangkat muka kita sebagai lembaga pengawas pemilu yang urusannya tidak sebatas pengawasan tahapan, tetapi juga mengawal kerja-kerja demokrasi meskipun di masa non tahapan," katanya.

Nonato juga memberikan catatan penting kepada seluruh jajaran Bawaslu Kabupaten/Kota se-Provinsi NTT. Ia mengingatkan agar tidak mengabaikan hal-hal teknis dalam penyelesaian sengketa proses.

jjf

"Ketepatan prosedur, tertib administrasi, dan pemahaman regulasi yang mendalam perlu menjadi perhatian kita semua. Jangan sampai terjadi di beberapa kabupaten/kota di mana orang luar bisa masuk ke ruangan musyawarah dan beberapa staf tidak tahu tugas dan fungsinya," ucapnya.

Nonato berharap, kegiatan ini menjadikan hasil diskusi sebagai bahan perbaikan terhadap kendala yang ditemukan pada periode sebelumnya.

Untuk diketahui, pemateri dalam kegiatan Tos Barista adalah Amrunur Muh Darwan S.SI dengan materi Pendataan Pemilih Pasca Bencana di Daerah Pengungsian. Adapun penanggap diskusi ini terdiri dari Ketua dan Anggota Bawaslu Kabupaten Flores Timur. Diskusi ini mengangkat realitas pengawasan Pemilu di Kabupaten Flores Timur yang terdampak bencana pada Pemilu 2024 lalu. 

Penulis: Yohanes P Mami
Foto: Humas BKM