Lompat ke isi utama

Berita

Haji Marolla: Perbedaan Pilihan Politik Bukanlah Sekat Pembatas untuk Kita Terus Bersama

 wefjhbj

Ruteng – Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Manggarai, Haji Abdurrachman Marolla mengatakan perbedaan pilihan politik merupakan hal biasa. Oleh karena itu, perbedaan tidak bisa menjadi sekat yang membatasi kehidupan bersama. Ia menyampaikan hal itu saat memberikan tausiyah bertajuk “Ramadhan Sebagai Momentum Merawat Kerukunan Pasca Pemilu 2024” dalam ngabuburit pengawasan di kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai, Kamis (5/6/2026).

“Perbedaan-perbedaan pilihan politik dan lain sebagainya bukan lagi sebagai pembatas atau sekat untuk kita terus bersama,” ujar Haji Marolla.

Ia tak memungkiri bahwa Pemilu kerap diwarnai ketegangan dan konflik. Tak hanya dalam komunitas yang besar, dalam keluarga sebagai komunitas terkecil pun, sering terjadi ketegangan karena perbedaan pilihan politik.

Meski demikian, menurutnya kita tidak perlu terlarut dalam ketegangan-ketegangan yang diakibatkan oleh peristiwa konstitusional tersebut. Momentum Ramadhan menjadi kesempatan sekaligus titik balik untuk mengembalikan dan menghidupkan nilai-nilai kerukunan dan persatuan yang merupakan perwujudan dari sifat Tuhan yaitu cinta kasih atau kasih sayang.

Di dalam satu keluarga, misalnya, anggota keluarga memiliki pilihan politik berbeda. Namun perbedaan itu tidak bisa dimaknai sebagai kebenaran tunggal yang terus dibawa dan diingat sampai kapan pun. Justru saat berbuka puasa, perbedaan tersebut menjadi gugur dan lebur dalam suatu keyakinan dan nilai bersama yaitu perdamaian.

“Moment itu adanya di bulan suci Ramadhan ini. Bukan berbuka puasa bersama nilainya, jika masih ada sekat di antara anggota keluarga,” paparnya.

Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Manggarai ini menambahkan, perbedaan dalam konteks yang lebih luas, seperti perbedaan suku dan agama bukanlah pemisah tetapi justru untuk saling mengenal satu sama lain. Dengan demikian, momentum bulan suci Ramadhan menggerakkan semua orang untuk memiliki kepekaan sosial dan menjunjung tinggi perdamaian dan kerukunan.

“Paling penting juga momentum ini menjadi wujud paling nyata bagaimana kita mempertanggungjawabkan nilai cinta kasih dan kasih sayang terhadap sesama dalam tugas dan pekerjaan kita,” tutupnya.

Ngabuburit pengawasan Bawaslu Kabupaten Manggarai ditutup dengan acara buka puasa Bersama. Tak hanya dihadiri oleh keluarga besar Bawaslu Kabupaten Manggarai, ngabuburit juga dihadiri pengurus Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Manggarai serta Sahabat Bawaslu yang meerupakan mantan pengawas adhoc dan kader Pengawas Partisipatif yang mengikuti acara secara daring melalui zoom meeting. 

Penulis: Epin Solanta
Foto: Humas_BKM