Lompat ke isi utama

Berita

H. Abdurahman Marolla: Ramadhan sebagai Moment Berbagi Kasih Sayang tanpa Sekat

H. Marolla

Ruteng — Kasih sayang merupkan sifat yang dititipkan Tuhan untuk kita pertanggungjawabkan dalam seluruh proses interaksi sosial setiap hari. Momentum Ramadhan, yang juga ditandai dengan berbuka puasa, menjadi kesempatan bagi kita untuk menebarkan kasih sayang kepada sesama tanpa ada sekat.

Demikian disampaikan oleh Ketua Majelis Ulama (MUI) Kabupaten Manggarai, Haji Abdurahman Marolla, saat membawakan tausiyah dalam acara Ngabuburit Pengawasan di Kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai pada Kamis (05/03/2026).

Ia mengawali tausiyahnya dengan mengucap syukur atas banyak hikmat dan kebijakan terutama untuk keyakinan akan momentum kebersamaan dan persaudaraan. Baginya, kegiatan ini merupakan suatu penghargaan sekaligus mekanisme paling sederhana dalam berorganisasi.

“Ini merupakan penghargaan bagi saya. Bawaslu telah menyiapkan ruang untuk kita saling berinteraksi dan berbagi informasi serta pengetahuan kepada sesama,” ujarnya.

Lebih lanjut, Wakil Ketua Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kabupaten Manggarai ini menyoroti tentang momentum Ramadhan yang selalu identik dengan kerukunan dan toleransi. Ia menyoroti tentang bentuk toleransi dan kerukunan yang paling sederhana yaitu momentum berbuka puasa yang ditandai dengan berbagi kasih.

“Orang yang memberi makan kepada mereka yang sedang berpuasa, juga mendapatkan kebahagiaan serupa seperti yang dialami oleh mereka yang berpuasa. Ini merupakan cara paling sederhana dalam merawat kehidupan sosial kita. Berpuasa juga sebagai bentuk intropeksi dan refleksi kita akan kehidupan bersosial. Bahwasannya, rasa lapar dan haus saat berpuasa mungkin terasa lebih ringan dibandingkan dengan mereka yang selalu lapar dan haus setiap saat,” ungkapnya.

Di akhir tausiyah, ia menyentil tentang perbedaan politik dalam keluarga sebagai sesuatu yang wajar dan biasa. Tetapi perbedaan tersebut tidak boleh berlanjut. Ramadhan juga menjadi momentum untuk menyatukan perbedaan tersebut.

“Saat berbuka, kita tidak lagi berada dalam suasana perbedaan. Semua disatukan dalam rasa persaudaraan dan kekeluargaan. Ini adalah inti dari kehidupan bersosial kita sekaligus wujud pertanggung jawaban akan rasa kasih sayang kepada sesame,” tutupnya.

Ngabuburit kali ini berlangsung hangat dalam nuansa persaudaraan. Tak hanya dihadiri oleh keluarga besar Bawaslu Kabupaten Manggarai, acara ini dihadiri pula oleh Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor, serta diikuti oleh kader pengawas partisipatif dan sahabat Bawaslu yang merupakan mantan pengawas adhoc melalui zoom. 

Penulis: Epin Solanta
Foto: Humas_BKM