Lompat ke isi utama

Berita

Bawaslu Punya Peran Strategis dalam Menjaga Persatuan dan Mewujudkan Kedaulatan Rakyat

BKM

Ruteng, Humas BKM - Badan Pengawas Pemilihan Umum (Bawaslu) memiliki peran strategis dalam mewujudkan tujuan kemerdekaan yang tergambar dalam tema peringatan hari ulang tahun kemerdekaan Republik Indonesia ke-80, yakni “bersatu berdaulat, rakyat sejahtera, lndonesia maju.”

“Sebagai lembaga negara yang mengawasi Pemilu, kita punya peran strategis untuk mencapai tujuan ini, terutama untuk menjaga persatuan dan mewujudkan kedaulatan rakyat,” ujar Yohanes Manasye saat menjadi inspektur upacara di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai, Minggu (17/08/2025).

Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai yang membidangi Divisi Hukum Pencegahan Partisipasi Masyarakat dan Hubungan Masyarakat (HPPH) itu mengungkapkan dua alasan.

Pertama, pemilu sebagai ruang kompetisi calon pemimpin, kerap diwarnai konflik. Jika pemilu tidak diselenggarakan dan diawasi dengan baik, bara konflik akan menjalar dan memicu perpecahan.

“Namun lagi-lagi kita syukuri karena meski tak luput dari pelanggaran, tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak di Kabupaten Manggarai tahun 2024 berjalan dengan aman,” katanya.

Pengawasan tahapan Pemilu dan Pemilihan Serentak yang baik, kata Yohanes, tidak terlepas dari pengawas pemilu yang profesional dan berintegritas. Menjadi Pengawas Pemilu yang profesional dan berintegritas merupakan salah satu cara mensyukuri kemerdekaan yang diperjuangkan para pahlawan.

Kedua, Pemilu merupakan sarana perwujudan kedaulatan rakyat untuk memilih pemimpinnya. Kehadiran Pengawas Pemilu, jelas Yohanes, untuk memastikan bahwa tak ada rakyat - yang memenuhi syarat sebagai pemilih - kehilangan hak pilihnya dan tak ada suara rakyat yang hilang atau dimanipulasi.

“Kita berjuang untuk menyelamatkan hak pilih dan suara pemilih ini tidak hanya pada hari pemungutan suara tetapi sejak pemutakhiran data pemilih berkelanjutan di masa non tahapan ini hingga rekapitulasi suara pasca pemungutan suara usai’” ujarnya.

Ia mengatakan, Bawaslu tak hanya mengawasi tugas-tugas Komisi Pemilihan Umum, tetapi juga mendatangi pemilih, terutama kelompok rentan, termasuk difabel, untuk melakukan pendidikan politik demi terwujudnya Pemilu yang demokratis dan inklusif.

“Dan di tengah menurunnya partisipasi pemilih, kita tak lelah untuk terus melakukan sosialisasi pengawasan partisipatif. Kita berharap, rakyat sebagai pemilik kedaulatan menyadari pentingnya terlibat aktif dalam seluruh tahapan Pemilu untuk bersama-sama menentukan arah masa depan Manggarai, masa depan Nusa Tenggara Timur, dan masa depan Indonesia,” paparnya.

ken
Upacara Bendera memperingati Hari Ulang Tahun Republik Indonesia yang ke-80 di halaman kantor Bawaslu Kabupaten Manggarai.

Ia pun mengajak jajarannya untuk merawat persatuan dan persaudaraan di dalam lingkungan kerja dan menjadikan Bawaslu sebagai rumah bersama.

“Bawaslu adalah rumah bersama yang di dalamnya ada kita sebagai sesama saudara. Jadilah sesama saudara yang saling memotivasi agar kita terus berkembang menjadi lebih profesional dan semakin berintegritas,” pungkasnya.

Peringatan HUT ke-80 kemerdekaan Republik Indonesia berlangsung khidmat. Selain Yohanes, upacara yang berlangsung sejak pukul 07.00 WITA dihadiri oleh Ketua Bawaslu Fortunatus Hamsah Manah, Anggota Bawaslu Marselina Lorensia, dan Kepala Sekretariat Salesius Ndagung serta jajaran kesekretariatan.

Usai upacara di kantor itu, Fortunatus mengikuti upacara yang diselenggarakan Pemerintah Kabupaten Manggarai di Natas Labar Motang Rua.

Sementara itu, untuk menyemarakkan suasana ulang tahun kemerdekaan, Sekretariat Bawaslu Kabupaten Manggarai menggelar sejumlah permainan dan lomba yang bernuansa hiburan. Antara lain, lomba pukul paku estafet, lari karung estafet, dan memindahkan air estafet, serta permainan ludo king dan play station.

“Meski tidak memperebutkan hadiah, permainan dan lomba hari ini berlangsung sangat menghibur,” ungkap Ken Prasetyo, staf Divisi HPPH setelah kemenangan timnya pada lomba pukul paku estafet dibatalkan karena terbukti melakukan kecurangan. 

Penulis dan Foto : Humas BKM