Amrunur Muh Darwan:Ramadhan Menjadi Bulan Pendidikan, Pelatihan, dan Kajian Bagi Bawaslu
|
Ruteng — Bawaslu memaknai ibadah puasa, bukan sekedar ritual keagamaan. Selain untuk meningkatkan iman dan ketakwaan, keutamaan bulan puasa bagi seluruh jajaran Bawaslu merupakan bulan yang penuh refleksi untuk penguatan kelembagaan.
Hal itu disampaikan Anggota Bawaslu Provinsi Nusa Tenggara Timur, Amrunur Muh Darwan saat membawakan tausiyah dalam ‘ngabuburit pengawasan’ Bawaslu Kabupaten Manggarai pada Jumat (27/02/2026).
“Bulan Ramadhan merupakan bulan pendidikan, bulan latihan, dan bulan kajian-kajian bagi Bawaslu,” ujar Koordinator Divisi Pencegahan, Partisipasi Masyarakat, dan Hubungan Masyarakat Bawaslu NTT itu.
Selama bulan suci Ramadhan, Bawaslu semakin produktif dengan kegiatan-kegiatan penguatan kapasitas penyelenggara dan sosialisasi-sosialisasi yang menyasar berbagai kelompok pemilih, termasuk organisasi-organisasi kemasyarakatan.
Amrunur yang hadir secara daring dalam kegiatan ngabuburit pengawasan tersebut juga menyampaikan kepada seluruh peserta kegiatan agar melantunkan doa dan harapan yang sama di tengah dinamika politik nasional saat ini. Dinamika tersebut, antara lain, terkait penyelenggaraan Pemilu dan kelembagaan Bawaslu.
Ia mengajak jajaran Bawaslu bersama stakeholder untuk mendoakan agar Tuhan memberkati berbagai upaya memperkuat kelembagaan Bawaslu demi terwujudnya demokrasi yang berkualitas.
“Allah bersama orang-orang yang beriman dan orang-orang yang istiqomah. Orang-orang yang teguh pendiriannya,” imbuhnya.
Ia mengajak jajaran Bawaslu untuk mengimplementasikan tugas dan fungsi pengawasan pada masa nontahapan dengan mendorong partisipasi masyarakat melalui sosialisasi-sosialisasi yang menyasar berbagai kelompok pemilih.
“Implementasi tugas pengawasan tidak hanya dilihat dari tugas-fungsi. Bukan hanya implementasi tugas-fungsi, tetapi tanggung jawab orang beriman. Bukan sekedar digaji, tetapi implementasi moral sebagai makhluk ber-Tuhan,” tegas Amrunur.
Dalam tausyiah tersebut, dia juga menyampaikan problematika pengawasan pemilu yang semakin kompleks dan berulang. Karena itu, Bawaslu harus sungguh-sungguh melaksanakan tugas pokoknya, yaitu pengawasan, pencegahan dan penindakan.
Lebih lanjut dia mengatakan pengawasan akan mengakar jika kita semua pemilih menyadari Pemilu bukan hanya untuk kepentingan sesaat dan partisipasi bukan hanya tentang memberikan hak suara di TPS.
Pemilih harus antusias mengetahui rekam jejak orang yang akan dipilih karena akan menentukan masa depan bangsa. Pemilih juga harus kawal suara yang diberikan agar tidak dimanipulasi atau disalahgunakan.
Amrunur juga mengajak masyarakat untuk berani melaporkan jika terjadi pelanggaran dalam proses pelaksanaan Pemilu. Untuk itu, Bawaslu perlu menularkan semangat kepada semua orang untuk terlibat dalam mengawasi seluruh tahapan Pemilu.
"Jadikan diri kita sebagai pioner dalam sebuah gerakan 'Ayo awasi bersama,’”pungkasnya.
Ngabuburit pengawasan tahun 2026 yang dilakukan oleh Bawaslu Kabupaten Manggarai pada edisi pertama ini mengangkat tema: Spiritualitas Puasa Memperkuat Pengawasan Pemilu. Selain jajaran Bawaslu Kabupaten Manggarai, turut hadir sebagai peserta dalam kegiatan ini, pengurus Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor Kabupaten Manggarai.
Selain itu, hadir pula secara daring, kader pengawas partisipatif dan jejaring sahabat Bawaslu yang terdiri dari mantan pengawas adhoc pada Pemili dan Pemilihan 2024 lalu.
Usai mendengarkan tausiyah, jajaran Bawaslu Kabupaten Manggarai menggelar acara buka puasa bersama pengurus Pemuda Muhammadiyah dan Gerakan Pemuda Ansor.
Penulis: Gaudensius Tarung
Foto: Irenius C. Prasetio