Bawaslu Manggarai - RBA Sepakati Kerja Sama Pengawasan Partisipatif
|
RUTENG - Bawaslu Kabupaten Manggarai bersama komunitas Rumah Baca Aksara (RBA) menyepakati kerja sama untuk pengawasan pemilu partisipatif. Penandatanganan perjanjian kerja sama diawali dengan diskusi yang berlangsung di komunitas tersebut pada Rabu (21/10/2026.
Ketua Bawaslu Kabupaten Manggarai, Fortunatus Hamsah Manah dalam sambutannya mengapresiasi keberadaan komunitas yang beranggotakan orang-orang muda itu. Komunitas tersebut, memiliki andil dalam mendorong demokratisasi di Manggarai.
"Rumah Baca Aksara merupakan aktor intelektual demokrasi yang punya peran sangat strategis dalam menciptakan ruang demokrasi yang baik bagi bangsa ini," ujar Fortunatus.
Saat ini kata Fortunatus, di masa non tahapan, Bawaslu Kabupaten Manggarai fokus melakukan kajian-kajian tentang kepemiluan dan massif melakukan kegiatan konsolidasi demokrasi, baik konsolidasi aktor maupun konsolidasi ide/gagasan.
"Program ini bukan hanya kegiatan seremonial. Kami ikut bertanggungjawab melahirkan kelompok masyarakat yang serius untuk mengawal proses demokrasi," pungkasnya.
Koordinator Rumah Baca Aksara, Virgizius P. Ngalong juga mengapresiasi kehadiran Bawaslu Kabupaten Manggarai di komunitasnya. Ia berharap kerja sama tersebut memperluas jejaring untuk berkolaborasi dalam melakukan hal-hal positif untuk masyarakat.
"Momentum hari ini menjadi sebuah kehormatan bagi kami di Rumah Baca Aksara. Kerja komunitas sangat membutuhkan jejaring yang luas dan berkolaborasi dengan banyak pihak," kata pria yang akrab disapa Virgizius.
Sebagai komunitas yang beranggotakan orang-orang muda, RBA merekam banyak catatan kritis orang muda Manggarai terkait pelaksanaan pemilu dan pilkada di daerah itu. Ia berharap program pengawasan partisipatif Bawaslu bisa membuka ruang orang-orang muda untuk terlibat.
"Kolaborasi hari ini sebagai media bagi kami untuk terlibat dalam pengawasan partisipasif. Terima kasih kepada Bawaslu yang telah melibatkan kami dalam program ini. Harapannya ke depan dengan cara-cara kreatif, dapat memantik minat pemuda dalam pengawasan partisipasif," ujarnya.
Dalam sesi diskusi, anggota komunitas RBA menyampaikan sejumlah catatan kritis terkait pelaksanaan pemilu dan pilkada 2024. Di antaranya, terkait belum adanya jaminan perlindungan bagi pelapor dan saksi sehingga membuat warga enggan melapor atau bersaksi terhadap suatu dugaan tindak pidana pemilu.
Pada bagian akhir kegiatan, Anggota Bawaslu Kabupaten Manggarai, Yohanes Manasye menyerahkan buku-buku pengawasan pemilu yang diterbitkan oleh Bawaslu RI. Salah satunya, karya Anggota Bawaslu RI, Lolly Suhenty berjudul Inovasi Pengawasan Pemilu 2024: Refleksi Kinerja Seorang Pengawas Pemilu. Buku-buku tersebut mengisi pojok pengawasan di komunitas tersebut.
Penulis: Gaudensius Tarung
Foto: Humas BKM